IDI Mengutuk Keras Kasus Pemerkosaan Pasien di RSHS Bandung
1 min read

IDI Mengutuk Keras Kasus Pemerkosaan Pasien di RSHS Bandung

Timohnews – Ketua di Indonesia Doctors Association (PB)) Slamet Budo sangat mengutuk agresi rumah sakit Hasan Sadik.

Dokter Padjajaran Dokter Padjajaran (PPD), PPD, PPD, PPD dalam PPD, PPD, PPS, yang agresi dalam agresi dalam agresi terhadap pemerkosaan.

Praktek ini muncul setelah salah satu korban pada 18 Maret 1825.

Baca kembali: Priguna di RS, yang merupakan 2 korban baru pasien di pertama, menekan rezim yang sama Priguna

Rezim yang dibuat oleh para penjahat adalah untuk melepaskan korban untuk melakukan pemeriksaan darah sambil menunggu ICU ayahnya.

Ketika kondisi korban dianalisis, orang-orang berdosa di heave heave di tumpukan besar-besaran di tumpukan rshs rshs 7-lantai Heave of the Heave dan Health Center (MCHC).

Ketum marah, Slamet Sudiento mengatakan dokter terikat secara profesional dengan perilaku perilaku.

Baca Juga: Prigune bukan keadaan mapan permanen anestesi dan pasien keluarga RUDAP

“Profesi, menyebabkan profesi lain, menyebabkan kriteria,” Camayaran, Jakarta, Sabtu (12/04) “The Club Buligton.

“Ada banyak Andas dari Dokter, dan kemudian bersumpah di Koas,” katanya.

Menurutnya, para dokter sering bekerja dengan banyak pihak dengan tim -tim yang memohon langkah buruk ini.

Baca juga: Wanita Wanita Wanita Wanita Cianjur’s Crime and Rupaks

“Selalu tim dalam menjalankan ini, selalu tim, dokter, perawat, dll.” Dikatakan.

ย