Silaturahmi Penuh Makna dengan Guru, Gibran Rela Terbang dari NTB untuk Temui Gus Miftah di Jogja
1 min read

Silaturahmi Penuh Makna dengan Guru, Gibran Rela Terbang dari NTB untuk Temui Gus Miftah di Jogja

Timohnews – Wakil Presiden yang Dipilih, Gibran Rakabuming Raka, menciptakan pertemuan beasiswa terkenal Gus Miftah di Night Selleman (2/8).

Pertemuan Gus Miftah yang diadakan oleh Gibran Rakabuming setelah menyelesaikan kunjungan untuk bekerja, dari West Nusa Tenggara (NTB).

“Aku masih di NTB pagi ini, sore itu terbang ke Jogja untuk bertemu Gus Miftah dan gadis -gadis itu dan berbicara dengan guru -guruku,” katanya.

Baca juga: Momen Emosional Ibnu Jamil Bertemu Anak Secara Resmi Menjadi Kadet

Dalam komentarnya, Gibran Rakabuming menjelaskan bahwa kunjungannya ke Gus Miftah harus terus menghubungi. Selain itu, Gibran secara khusus menyarankan para peziarah dan Gus Miftah yang tidak dapat dengan mudah memakan tipuan di sekitarnya.

“Saya meninggalkan nyonya dan tuan -tuan saya, saya meninggalkan Gu, sekarang ada banyak peretasan, banyak berita yang tidak benar. Menyaring apa yang benar,” kata Gibran.

“Jika Anda tidak tahu pasti, tanya Puk Kiai, Gus-Gus, jangan percaya sendiri,” katanya.

Baca kembali: Panduan Lengkap, Langkah-Langkah Sederhana Ini Untuk Memeriksa Profesional Daur Ulang Dengan Informasi GTK 2025

Selama pertemuan, Gibran tidak lupa bahwa memberikan perasaan dari Presiden Pravado Subianto. Dia meminta dukungan doa, sehingga inisiatif pemerintah, seperti makanan nutrisi gratis dan koperasi merah dan putih, dapat menjadi efek masyarakat yang positif

“Saya meminta doa agar program presiden dapat berjalan dengan baik dan lancar. Banyak yang diluncurkan oleh banyak orang,” jelasnya.

Gus Miftah juga mengunggah kesempatan untuk pertemuan mereka dengan akun Instagram pribadinya. Dia berbagi video ketika Gabran memberikan komentarnya.

BACA LAGI: Pria yang dihapus oleh Departemen Pelatihan Penyelidikan Bogor ke Cicantayan

Pertemuan ini muncul dalam kedekatan antara Gibran dan Gus Miftah, dan menggambarkan pentingnya persahabatan untuk Gibran dalam jadwalnya yang sibuk.