Buron Kasus Korupsi Truk Sampah Rp 877 Juta di Sukabumi Ditangkap Kejagung di Bandung
1 min read

Buron Kasus Korupsi Truk Sampah Rp 877 Juta di Sukabumi Ditangkap Kejagung di Bandung

Timohnews – Kantor Kejaksaan Agung di Indonesia sekali lagi menunjukkan stabilitasnya dalam menghilangkan korupsi.

Kali ini, kelompok intelijen telah berhasil menangkap DS (51), kasus korupsi dalam akuisisi dan pemeliharaan truk dan pengangkutan sampah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

DS ditangkap di daerah Bandung, Selasa 22 Juli 2025 dan segera diserahkan kepada tim jaksa penuntut di Jawa Barat di Jawa Barat untuk prosedur berikutnya.

Baca juga: Mengapa 23 Juli, jadi Hari Nasional? Ini sejarah!

“Tersangka diserahkan kepada jaksa penuntut Jaksa Penuntut Jawa Barat,” kepala Pusat Informasi Hukum untuk Jenderal Jenderal, Anang Supratna, dalam pernyataan resminya, Rabu, 23 Juli 2025.

DS dikenal sebagai penduduk Kampung Sukaraja, Sucabumi Regency, yang termasuk dalam daftar pencarian (DPO) (DPO) (DPO). Dia terlibat dalam kasus dugaan korupsi dalam kegiatan layanan limbah dan pembersihan Kabupaten Sucabumi pada tahun keuangan pada tahun 2024.

Kasus ini terkait dengan kegiatan bantuan untuk pemeliharaan truk dan menerima kegiatan transportasi sampah, dalam implementasi, sangat dicurigai dari penyimpangan anggaran.

Baca Juga: RIP Ozzy Osbourne, ini adalah sejarah penyakit sebelum kematian

Hasil pengawasan mengatakan bahwa negara telah menderita kerugian finansial, RP877.233.225 karena dugaan kegiatan korupsi.

Ditangkap tanpa perlawanan, sebelumnya mengingatkan Andre DPOS

Anang mengatakan bahwa proses penangkapan berjalan lancar tanpa hambatan, karena tersangka adalah kolaborasi ketika dijamin.

Dia juga sekali lagi menyampaikan bimbingan ketat dari staf umum St. Burhanuddin bahwa seluruh penuntutan mengambil inisiatif untuk berburu kasus -kasus korupsi yang melarikan diri.

Baca Juga: Kabupaten Korupsi Prasetyo Kadis DLH Sucabumi secara resmi dikembalikan dalam tahanan

“Tidak ada tempat untuk bersembunyi, tetapi keamanan bagi mereka yang melarikan diri,” kata Anang.