
Demo 28 Agustus: Buruh Tolak PHK dan Desak Kenaikan PTKP Jadi Rp 7,5 Juta
Timohnews – Kamis, pada 28 Agustus 2025, ribuan pekerja dari berbagai bagian Indonesia mengadakan demonstrasi di depan Istana Merdeka dan Gedung Parlemen.
Manifestasi pekerjaan dipimpin oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan menghadiri sekitar 5.000 hingga 10.000 Jakarta, Karawang, Tangengeang, Bogor, Depok, Bekasi dan daerah lainnya.
Selain menuntut kenaikan upah minimum 10,5 %, pekerja juga menyatakan berbagai masalah penting lainnya dalam demonstrasi ini.
Baca Juga: Sebelumnya Dikagumi, Ustaz Evie Effendi sekarang disebutkan oleh kekerasan dalam rumah tangga anak
Salah satu klaim utama dari Undang -Undang ini adalah pertumbuhan pendapatan kena pajak (PTKP) dalam RP. 7,5 juta sebulan. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan daya beli orang dan mengurangi beban pajak untuk pekerja dengan pendapatan sedang hingga lebih rendah.
Selain itu, karyawan juga telah mendorong penghapusan praktik penugasan eksternal, yang masih tersebar luas, meskipun pengadilan konstitusional hanya memiliki praktik terbatas untuk beberapa pekerjaan.
Mereka meminta pemerintah untuk mengingat PP N -RO 35 tahun 2021, yang secara hukum secara hukum melegalkan tugas eksternal.
Baca Juga: Demonstrasi Saat Ini di Bangunan Parlemen: Berikut adalah 4 orang dalam pikiran
Karyawan juga menolak praktik penghentian pekerjaan (PHK) di satu sisi dan mendesak pemerintah untuk membentuk kelompok kerja khusus untuk menangani PHK, serta memastikan pembayaran penuh biaya pensiun.
Selain itu, mereka meminta pemerintah untuk menghapus pajak atas biaya pensiun, bonus liburan dan asuransi yang menua dan menghapuskan diskriminasi pajak terhadap wanita yang sudah menikah.
Di sektor politik, pekerja mendesak pemilihan 2029 untuk lebih representatif dan demokratis. Mereka juga meminta pemerintah untuk secara serius menghapus korupsi, segera mendukung RUU yang menangkap aset.
Baca juga: Thom Haye ke Persib? Ini adalah kisah petualangannya dari Belanda di Indonesia
Tindakan ini menerima keamanan pasukan keamanan yang ketat. Polda Metro Jaya mempersiapkan 4.531 personel untuk mengamankan demonstrasi.
Rekayasa lalu lintas diimplementasikan oleh transmisi arus ke berbagai titik, seperti Jalan Gatot Subrot dan jalan tol ke kota Jakarta, untuk memprediksi kemacetan dan memastikan kelancaran pengoperasian aksi tersebut.