Waspadai Potensi Tsunami di Indonesia
2 mins read

Waspadai Potensi Tsunami di Indonesia

Timohnews – Gempabumi dengan ukuran 8,7 pada skala Richter yang berpusat di pantai timur Kamchatka, Rusia pada 08,25 waktu setempat atau 23,25 GMT memicu tsunami ke wilayah Asia -Pasifik, Rabu (30/30/30/3025).

Hasil analisis BMKG dari gelombang tsunami juga memiliki potensi untuk mempengaruhi beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Kepulauan Talaud di Sulawesi utara, Halmahera Utara di Maluku Utara, Raja Ampat Utara, Manakwari dan Sorong Utara di utara di Papu barat dan Biak.

Menurut analisis tepat waktu, ketinggian gelombang tsunami mulai dari sekitar 50 sentimeter akan mencapai Kepulauan Talaud hingga 13,52 wanita, Halmahera Utara di Wol 14,04, Mankwari, Mankwari di 14,08 wol, Raja Ampat utara utara di 14,18 pada 14,2.

Baca juga: M8.7 Gempa Kamchatka Rusia Mungkin di Tsunami di Indonesia

Menanggapi hal ini, pemerintah pusat meminta melalui Badan Manajemen Bencana Nasional (BNPB) kepada semua pemerintah daerah, khususnya di beberapa bidang terkait yang mempersiapkan skenario langsung untuk meningkatkan persiapan masyarakat di wilayah pesisir.

“Komunitas disarankan untuk tidak pergi ke pantai dalam periode jam sebelum dua jam setelah waktu yang ditentukan,” jelas kepala Pusat Informasi, Informasi dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, Rabu (30/07).

Selain itu, Muhari menekankan, harus ditekankan bahwa walaupun ada potensi tsunami hingga 50 sentimeter, ia dapat membawa kehidupan manusia.

BACA JUGA: Bhumi Punck Bogor Terrace: Hotel Sensing Berkemah Mewah Ala 5 Star

“Menurut catatan sebelumnya, tsunami yang terjadi di Tohoku Jepang pada 2011 menyebabkan seorang penduduk di Papua segera meninggal di Teluk Yotefa,” jelasnya.

Hingga 50 sentimeter per tsunami dapat ditandai dan tingginya memiliki potensi untuk meningkat jika gelombang mencapai area teluk.

“Insiden di Teluk Yotefa, Papua, adalah bukti di mana ia diidentifikasi pada saat itu bahwa gelombang tsunami tohoku di Jepang akan mencapai daerah Papua dengan ketinggian air 50 sentimeter, tetapi ketika gelombang memasuki teluk, ketinggian gelombang meningkat menjadi 3,8 meter,” jelasnya.

Baca juga: 5 Cara untuk Mengatasi Pelecehan dan Tekanan Dari Rekannya

Apa yang juga harus diamati adalah adanya gelombang tsunami potensial yang mungkin lebih besar dan rusak.

BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengikuti arahan untuk menjauh dari pantai dan mengosongkan semua kegiatan di pantai sampai waktu yang ditentukan sebelumnya.